Butuh perjuangan yang tidak mudah bagi Muhammad Darwis (KH Ahmad Dahlan) dalam mendirikan Muhammadiyah pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H). Hal itu tergambar dalam film Sang Pencerah karya sutradara Hanung Bramantyo. Berikut beberapa kutipan KH Ahmad Dahlan dalam film tersebut.
Agama Islam
Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Al islam waddin
rahmatan lil alamin. Merahmati siapa pun yang bernaung di bawahnya baik orang Islam maupun bukan Islam. Merahmati artinya mengayomi, melindungi, membuat damai, tidak mengekang, (tidak) membuat takut, (tidak) membuat rumit dengan upacara-upacara dan sesaji.
Jadi dalam berdoa itu yang dibutuhkan itu hanya sabar dan
iklas bukan kiai, imam, khatib, apalagi sesaji, tetapi langsung kepada Allah.
Itulah agama. Orang beragama adalah orang yang merasakan keindahan,
tenteram, damai, cerah...karena hakikat agama itu seperti musik, mengayomi,
menyelimuti .
Itulah agama. Kalau kita tidak mempelajarinya dengan benar,
itu akan membuat resah lingkungan kita dan jadi bahan tertawaan.
Seperti yang dikatakan Syech Muhammad Abduh Al Islamu mahjuubun
bil muslim, agama Islam tertutup bagi orang Islam itu sendiri. Islam semakin jauh
dari orang Islam itu sendiri karena dipahami secara dangkal.
Agama itu bukan rangkaian aturan-aturan yang bisa dipermudah
atau dipersulit kangmas. Agama itu
sebuah proses, seperti udara pagi yang kita hirup secara perlahan-lahan ke
tubuh kita. Melegakan hati dan pikiran kita, bayangkan yang kita hirup itu
adalah puting beliung, tubuh kita tidak hanya hancur tapi terhempas tak berdaya
terbawa arus tak tentu arah. Apakah kita rela melihat umat kita berserakan dan lari menjauh dari agama, hanya karena kita
salah memberikan pengertian.
Kiblat Salat
Jika demikian apa gunanya masjid di Haram.
Berdasarkan ilmu falak, pulau Jawa dan Mekkah tidak lurus ke barat. Jadi tidak ada alasan kita mengarahkan kiblat kita ke arah barat. Karena kalau kita mengarah ke barat berarti kita mengarah ke Afrika. Lagipula kita tidak perlu membongkar masjid. Kita hanya merubah arah salat kita ke arah 23 derajat dari posisi semula. Ketika Allah memerintahkan Rasulullah SAW memindahkan kiblat dari Al Aqsa ke Al Haram, beliau berputar 180 derajat.
Berdasarkan ilmu falak, pulau Jawa dan Mekkah tidak lurus ke barat. Jadi tidak ada alasan kita mengarahkan kiblat kita ke arah barat. Karena kalau kita mengarah ke barat berarti kita mengarah ke Afrika. Lagipula kita tidak perlu membongkar masjid. Kita hanya merubah arah salat kita ke arah 23 derajat dari posisi semula. Ketika Allah memerintahkan Rasulullah SAW memindahkan kiblat dari Al Aqsa ke Al Haram, beliau berputar 180 derajat.
Kebenaran hanya milik Allah Kangmas, manusia hanya sebatas berikhtiar
Mengaji
Sudah berapa banyak anak yatim dan orang miskin yang kamu
santuni Danil.. hayo sudah berapa...Buat apa kita mengaji banyak-banyak surat
tapi hanya untuk dihafal.
Yasin dan Tahlilan
Mendoakan almarhum itu tidak perlu ramai-ramai membaca Yasin
dan tahlil, apalagi sampai membuat kue apem dan nasi kuning. Cukup doa yang
khusyuk insya Allah diterima.
Tiap surat dalam Quran ada fadilahnya masing-masing, tapi
tidak untuk dikultuskan. Kalau kita hanya membaca Yasin terus menerus ditambah
sekaligus dengan upacara-upacara, saya
khawatir akan mengecilkan makna surat-surat yang lain.
Rasulullah menganjurkan manusia untuk berzikir agar selalu
mengingat asma-NYA. Tapi apakah rasul mewajibkan kita untuk melakukannya
bersama-sama, apalagi bersuara keras sampai mengganggu tetangga. Wa asirru
qaulakum awijharu bihi innahu alimum bizatis sudur. Kamu pelankan atau keraskan suaramu, sesungguhnya
Allah maha mengetahui isi hati manusia.
Muhammadiyah
Saya ini berharap Muhammadiyah bisa menjadi perkumpulan yang
benar-benar bertujuan untuk masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi.
Hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah.
Hendaknya semua anggota Muhammadiyah mencontoh pribadi Rasulullah SAW, dapat diberi amanah, menjujung tinggi persamaan, dan terbuka pada siapa pun.
Hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah.
Hendaknya semua anggota Muhammadiyah mencontoh pribadi Rasulullah SAW, dapat diberi amanah, menjujung tinggi persamaan, dan terbuka pada siapa pun.
Hari ini kita sama-sama belajar untuk menjadi yang terbaik di mata Allah. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi untuk kepentingan orang banyak. Hidup ini singkat dan hanya satu kali, manfaatkan tidak hanya untuk kepentingan sendiri, Allah beserta orang-orang yang peduli. Insya Allah ini akan diridhai.
Sekalipun surat resmi pendirian perkumpulan belum turun, tapi hari ini aku tetapkan sebagai hari lahir Muhammadiyah. Ya Allah tunjukkan jalan yang lurus yaitu jalan yang engkau telah beri nikmat bukan jalan orang-orang yang engkau beri sesat. Amiin.
0 komentar:
Posting Komentar