Selasa, 21 Oktober 2025
Farewell Solopos 19 September 2025
Assalamualaikum Wr. Wb.
Keluarga besar Solopos Media Group yang saya cintai,
Jumat, 19 September 2025, menjadi momen istimewa tak terlupakan. Bertepatan dengan HUT ke-28 Solopos, takdir menulis babak terakhir saya di sini. Setelah 23 tahun, 5 bulan, 26 hari, sebuah perjalanan panjang penuh liku dan kenangan, saya memutuskan untuk melangkah ke babak baru: pensiun dini. Maha besar Allah yang menciptakan keindahan dalam setiap perjumpaan dan perpisahan.
Masih terngiang jelas, seolah baru kemarin, momen kali pertama saya menginjakkan kaki di kantor Solopos di Jl. Slamet Riyadi 325. Tak pernah terbayang langkah itu jadi awal perjalanan puluhan tahun. Takdir menuntun saya menjadi karyawan Solopos, saat kantor berpindah ke Jl. Adisucipto 190—tempat di mana begitu banyak kenangan tertulis.
Saya beruntung menyaksikan masa keemasan koran, masa ketika suara ketikan keyboard di meja redaksi dan aroma kertas baru setiap pagi adalah bagian dari denyut kehidupan. Menjadi reporter olahraga—bidang yang paling lama saya geluti—adalah hadiah berarti dalam perjalanan ini. Dari lapangan hijau hingga tribune penonton, saya tidak hanya meliput, tetapi belajar tentang strategi, kerja keras, dan sportivitas.
Namun, tidak ada yang kekal dan abadi kecuali perubahan itu sendiri, begitu kata Demokritus. Ketika disrupsi digital mengubah segalanya, saya dkk harus berganti peran, meninggalkan dapur redaksi dan keluar dari zona nyaman. Realita ini justru meneguhkan Solopos sebagai "Kampus Biru," bukan hanya tempat bekerja, melainkan sekolah kehidupan yang mengajarkan arti keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan.
Dan dari Solopos pula, saya menemukan anugerah terindah yang kini menjadi pendamping hidup. Di sini saya tak hanya menemukan profesi, tetapi juga keluarga dan cinta.
Hari ini, dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan terima kasih kepada para senior yang jadi guru, rekan sejawat yang jadi sahabat, hingga adik-adik penerus yang memberi semangat. Jazakumullah khairan katsiran—semoga Allah membalas kebaikan kalian semua.
Dari lubuk hati terdalam, saya mohon maaf lahir dan batin. Jika ada kata yang melukai atau sikap yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Perpisahan ini bukanlah titik akhir cerita, melainkan sebuah koma dalam kalimat panjang persahabatan. Semoga silaturahmi kita tetap mengalir seperti Zamzam yang tak pernah kering.
Barakallahu fiikum wa jazakumullahu khairan
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Haryono “Ono” Wahyudiyanto
Klodran Indah, 18 September 2025





















































































